The Story of Ester

 The Story of Ester

 
    Ester merupakan seorang gadis yang baik dan cantik.Dia bersekolah di Yobel University,disana ia dikenal sebagai seorang perempuan yang aktif,ramah,mudah bergaul,tegas,berpendirian teguh,dan disiplin.Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang gadis yang rajin oleh para dosen-dosen di Universitas Yobel tersebut,bahkan saat waktu semestinya perkuliahan dimulai jam 09.00 am akan tetapi ia sudah berada di Universitas jam 07.00 am.Biasanya Ester menyempatkan diri untuk mempelajari materi yang akan disampaikan pada hari itu.
    Suatu ketika,Ester yang sedang berjalan-jalan di taman tanpa sengaja ditabrak oleh seorang pemuda yang sedang berjogging disana,
  "Aduh...!"
  "Eh...maaf ya,aku tidak sengaja"
  "Aaaww....shhh..."
  "Ka...kamu tidak apa-apa ?"
  "Tidak kok,aku cuma sedikit memar saja"
  "Hmm...bagaimana kalau kamu saya antar untuk  berobat di kelinik ?"
  "Udah-udah kamu tidak perlu repot-repot seperti itu,sebentar lagi aku pasti akan sembuh kok"
  "Iya sih,tapi bagaimana ya...kalau begitu aku jadi merasa bersalah sama kamu"
  "Sudahlah lagi pula ini juga kesalahanku karena aku juga tidak lihat-lihat saat berjalan,jadi kamu tidak perlu untuk merasa bersalah kepadaku"
  "Kalau begitu aku akan melanjutkan joggingku dulu ya,oh iya nama kamu siapa ?"
  "Nama aku Ester,kalau nama kamu siapa ?"
  "Kalau nama aku Samuel,salam kenal Ester"
  "Salam kenal juga Samuel"
  "Oh iya hampir saja lupa aku kan mau jogging lagi"
  "Iya,semangat ya Samuel"
  "Iya terimakasih !"
Samuel pun melanjutkan joggingnya berlawannan arah dengan Ester.Ester juga melanjutkan jalan-jalannya kearah yang berbeda pula,senjapun tiba dan Ester langsung memilih untuk pulang ke rumahnya untuk membantu sang ibu dan mengerjakan tugas perkuliahan.Keesokan harinya Ester pun berangkat menuju ke Universitas,sesampainya ia disana ia merasa terkejut karena ternyata Samuel juga ada di Universitasnya.Karena merasa penasaranEster pun merasa seperti terdorong untuk bertanya kepada Samuel,
  "Hy Samuel,kamu lagi ngapai disini ?"
  "Oh kamu Ester,enggak aku kan masih baru disini oleh karena itu aku merasa kebingungan di Universitas ini"
  "Kalau begitu bagaimana kalau aku nganterin kamu keliling Universitas ini ?"
  "Hmm...bagaimana ya..."
  "Loh kok kamu jawabnya seperti itu sih"
  "Iya-iya boleh aja kok,malahan aku jadi senang kalau dianterin sama kamu"
  "Kalau begitu kita mulai saja,supaya tidak keburu dimulai perkuliahannya"
Ester pun segera mengajak Samuel berkeliling di Universitas Yobel,sambil berkeliling dan melihat-lihat Ester pun menjelaskan mengenai nama ruangan berserta fungsinya kepada Samuel.Setelah kurang lebih 15 menit berkeliling merekapun segera menuju ruang perkuliahan.Namun mereka segera berpisah karena Samuel berkata bahwa dirinya ingin pergi ke toilet.Setelah beberapa menit sang dosen berserta Samuel pun belum muncul-muncul juga didalam ruang perkuliahan.Akhirnya Samuel pun muncul didalam ruang kuliah,namun ada suatu hal yang janggal karena Samuel masuk dari pintu dosen.Dan yang lebih anehnya lagi mahasiswa yang lain langsung berdiri dan memberikan salam kepada Samuel.Seketika itu juga ester pun baru menyadari bahwa yang sering teman-temannya bicarakan sebagai Dosen Ganteng (DG) itu adalah Samuel sendiri.Hal ini langsing membuat Ester merasa malu terhadap tindakannya kepada Samuel.
    Menyadari bahwa Ester merasa tidak enak terhadap dirinya,maka Samuel pun memilih untuk memulai perkuliahan yang pertama ini dengan bercerita,
  "Ok karena saya masih baru dan juga saya ini hampir seumuran dengan kalian jadi untuk kali ini kita agak santai saja dulu"
  "Iya Pak..."
  "Baik,perkenalkan nama saya Samuel atau kalian bisa memanggil saya Pak Samuel.Umur saya baru 25 tahun.Nah sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya saat baru sampai disini.Awalnya saya merasa sangat canggung namun kemudian datanglah seorang teman yang dengan baik hatinya bersedia untuk mengajak saya berkeliling di Universitas ini.Saya merasa sangat bahagia sekali,kenapa apa kalian tahu ? karena dia telah menunjukan bahwa seorang teman itu tidak membutuhkan waktu lama untuk dapat saling mengerti,namun teman itu akan langsung bisa saling mengerti saat pertamakali bertemu.Saya harap kalian semua bisa bersikap seperti itu ya"
  "Iya Pak..."
  "Ok,sekarang kita baru memulai materi pertama perkuliahan kali ini"
Perkuliahanpun dimulai,dan perkuliahan itu berjalan sekitar 3 jam.Didalam perkuliahan itu tidak hanya monoton materi saja namun juga diselingi dengan sedikit permainan yang mengasah konsentrasi para mahasiswa.
    Didalam hatinya,Ester merasa senang karena ia bisa diajari oelh seorang dosen sekaligus teman yang baik.Namun,Ester juga merasakan sebuah perasaan aneh yang benar-benar mengganggunya.Bahkan Ester menjadi kurang konsentrasi pada saat menerima mareri perkuliahan.Sesampainya ia di rumahnya ia berusaha keras untuk mencari tahu perasaan apakah yang telah mengganggunya itu,namun ia tetap saja tidak dapat mengetahui perasaan apakah yang selalu mengganggunya itu.Keesokan harinya di Universitas,Ester yang tengah berusaha untuk melupakan masalahnya itu dengan membaca sebuah novel ditemui oleh Samuel,
  "Hayo...kamu lagi ngapain ?"
  "Eh..yaampun,kamu ini kok jahil banget sih,oh iya memangnya ada apa ?"
  "Enggak kok,aku cuma mau ngobrol sama kamu"
  "Loh kok tumben,memangnya mau ngomongin soal apa sama aku ?"
  "Jadi begini,kamu ngerasa ada yang enggak enak enggak di hati kamu ?"
  "I..iya,memangnya kenapa"
  "Itu artinya kamu sedang jatuh cinta sama seseorang"
  "Tu...tunggu dulu,kamu bisa tahunya dari mana ?"
  "Itu mudah sekali,karena itu semua bisa aku lihat dari ekspresi dan kebiasaanmu belakangan ini"
  "Jadi hal itu kelihatan banget ya.."
  "Iya,selain itu aku ingin menyampaikan sesuatu sma kamu,kalau sebenarnya aku ini suka sama kamusemenjak pertama kali kita bertemu.Kamu mau enggak jadi pacarku ?"
  "Ee...bagaimana ya...aku belum bisa untuk menjawab pertanyaanmu itu sekarang,tapi kalau nanti aku sudah benar-benar yakin maka aku akan menjawabnya kepadamu"
  "Hah...aku mengerti.Kalau begitu aku akan menunggu jawabanmu yang berharga itu.Sekarang lebih baik kamu pergi ke ruang perkuliahan sekarang juga"
  "Iya,sebelumnya maaf ya Samuel karena aku belum yakin"
  "Iya tidak masalah aku mengerti kok"
    Beberapa haripun berlalu dan Ester pun semakin gelisah karena belum bisa memberikan jawaban kepada Samuel walaupun sebenarnya ia sangat mencintai Samuel.Sampai di suatu hari Ester pun memutuskan untuk memberanikan diri memberikan jawaban kepada Samuel.Namun,ketika ia berusaha mencari sosok samuel ia tidak dapat untuk menemukannya dimanapun.Tanpa disangka-sangka ketika Ester melihat Samuel sedang memberikan seminar di ruang Confrence di Universitas itu,terjadilah sebuah kejadian yang sangat mengejutkan .Segerombolan teroris yang sedang dikejar-kejar oleh aparat kepolisian dan militer memasuki ruangan itu dan segera menyandra semua orang yang ada di dalam ruangan itu.Seketika itu juga suasana di Universitas Yobel berubah dari yang ramai dan tenang menjadi sepi dan sangat mencekam.Para pelaku penyandraanpun menjadi geram kepada para aparat kepolisian dan militer tersebut dan segera menembaki para security Universitas tersebut.Mendengar suara tembakan dari dalam ruangan salah satu perwakilan aparat kepolisian itu pun mulai berbicara,
  "Dengar,jika kalian tidak mau menyerah maka kami akan menyerbu gedung ini !"
  "Hey orang tolol,apa kalian  bercanda kami memiliki kurang lebih 500 orang sandra.Jadi jika kalian berani untuk menyerbu kami maka mereka semua juga akan ikut mati !"
pernyataan tersebut langsung membuat para aparat kepolisian dan militer menjadi kehabisan kata-kata dan ide.Didalam ruangn itu Ester menjadi sangat ketakutan dan segera berdoa
  "YaTuhanku,tolonglah selamatkan kami dari tangan para penjahat ini Tuhan karena hamba tahu kalau sekiranya hanya engkaulah yang memiliki kuasa atas segala yang ada dialam raya ini.Hamba landaskan doa hamba ini kepada namamu tuhan.Amin."
    Penyandraan itu berlangsunga kira-kira sekitar 3 jam dan hal itu mulai membuat para pelaku penyandraan mulai geram dan seketika itu juga mengambil keputusan untuk mengeksekusi para sandra satu persatu dimulai dari CS dan kemudian dilanjutkan dengan para dosen.Hingga akhirnya giliran Samuel untuk dieksekusipun tiba.Namun yang berbeda dari pengeksekusian Samuel adalah sikap samuel yang tetap tenang dan masih bisa mengumbar senyum kehadapan para Mahasiswanya.Ditambah lagi Samuel juga memberikan kata-kata terakhir kepada para mahasiswanya,
  "Maaf,bisakah saya menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada para mahasiswa saya ini ?"
  "Baiklah,tapi jangan sampai kau berani-berani untuk macam-macam"
  "Terimakasih.Yang pertama-tama saya mengucapkan rasa syukur saya yang setinggi-tingginya kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dialah kita bisa tetap bersama-sama walaupun dalam waktu yang agak mencekam ini.Disini saya ingin menyampaikan kepada kalian supaya kalian tidak pernah menyerah didalam hidup kalian .Juga ingatlah untuk tetap bersyukur atas apapun yang diberikan oleh Tuhan kepada kita semua.

Onlly You In My Mind

Onlly You In My Mind ...